Senin, 15 Januari 2018
Segitiga
Pembahasan Dalam Karya Tulis Ilmiah
Agar memenuhi persyaratan
obyektivitas atau dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah, sebuah gagasan atau
argumen yang ditegakkan atau diajukan dalam karya tulis ilmiah harus tidak
boleh subyektif. Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka sebuah argumen ilmiah
harus diperkuat oleh salah satu atau kombinasi dari 3 (tiga) unsur yaitu; data atau fakta, kaidah
teori atau hukum, ataupun norma, logika atau nalar. Sebuah gagasan atau
pernyataa ataupun argumen yang tidak disertai dengan salah satu dari data atau
fakta, kaidah atau teori, atau nalar atau logika akan bersifat opini yang
subyektif.
MEMAHAMI KARYA TULIS
MEMAHAMI KARYA TULIS ILMIAH
1. Hakekat Karya Tulis Ilmiah
Sebuah thesis atau disertasi pada hakekatnya adalah exercise of arguments atau pengujian
argumen-argumen. Oleh sebab itu sebuah karya tulis ilmiah harus berisi
sejumlah argumen yang telah teruji. Dalam lain perkataan, dari awal hingga
akhir, sajian dalam sebuah karya tulis ilmah tersusun secara sistematis dan
mengikuti struktur kalimat yang menyajikan gagasan atau pernyataan yang
disertai satu atau kombinasi dari; gagasan pendukung, bukti, data, fakta,
rujukan; baik hukum, teori, atau
pernyataan pakar dan atau otoritas untuk sebagai argumen yang memperkuat
kesahihan pernyataan tersebut.
Langkah-langkah
metoda ilmiah menurut Gintings (2012: 211-212):
1.
kesadaran akan adanya masalah
2.
merumuskan masalah
3.
mebuat jawaban sementara atas masalah atau
hipothesis
4.
mengumpulkan data atau fakt-fakta
5.
menganalisis data atau fakta-fakta sebagai pengujian
hipothesis
6.
membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengujian
hipothesis
7.
membat alternatif pemecahan masalah
8.
menetapkan pilihan di antara alternatif pemecahan
masalah
9.
menyusun rencana upaya pemecahan masalah
10. melaksanakan
upaya pemecahan masalah mengaevaluasi hasil pemecahan masalah